PULNEW.COM - SURAKARTA - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akhirnya memiliki penguasa baru yang dinobatkan secara adat lengkap. Hangabehi resmi jumeneng sebagai Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan atau SISKS Pakubuwono XIV dalam Upacara Jumenengan Nata yang digelar di Keraton Solo, Sabtu 5 September 2026.
Pengukuhan tersebut dilakukan Lembaga Dewan Adat atau LDA dan menjadi penanda berakhirnya dualisme kepemimpinan yang terjadi sejak wafatnya PB XIII pada November 2025. Prosesi sakral itu berlangsung khidmat di Sitihinggil dan Pagelaran, disaksikan kerabat keraton, abdi dalem, serta para raja dari berbagai wilayah Nusantara.
Berdasarkan tayangan kanal YouTube Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta, Hangabehi tampak meninggalkan Sitihinggil diiringi prajurit dan abdi dalem. Di hadapan Watu Gilang, ia mengucapkan ikrar sebagai raja. Setelahnya, Hangabehi menempati Dampar Kencana dan menyaksikan pementasan tarian sakral Bedhaya Ketawang yang hanya dipentaskan saat penobatan raja.
Rangkaian Prosesi Sakral dan Penanda Sejarah Baru
Penobatan Hangabehi sebenarnya sudah ditetapkan LDA sejak 13 November 2025. Namun upacara Jumenengan baru dilaksanakan 9 bulan kemudian, tepatnya pada Sabtu Kliwon, 22 Mulud 1960 Jawa, bertepatan 5 September 2026.Sehari sebelumnya, Jumat 4 September 2026, rangkaian dimulai dengan prosesi ruwatan di kawasan Pagelaran. Menurut GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng selaku Ketua LDA, ruwatan bertujuan menghilangkan sukerta atau segala penghalang.
"Ruwatan pada dasarnya dimaksudkan untuk menghilangkan sukerta, yaitu segala sesuatu yang dianggap tidak baik atau dapat menjadi penghalang dalam perjalanan kehidupan seseorang," ujar Gusti Moeng.
Malam harinya dilanjutkan gladi bersih dan kirab Bedhaya Ketawang. Puncaknya Sabtu pagi, Hangabehi miyos dari kedhaton menuju Sitihinggil. Di lokasi itu ia mengikrarkan diri sebagai penguasa di depan Meriam Nyai Setomi dan Watu Gilang. Sumpah tersebut menjadi simbol kesanggupan menjaga paugeran dan warisan leluhur.
Keunikan upacara kali ini adalah kembalinya dua perangkat gamelan pusaka, Kyai Arum dan Udan Asih. Kedua gamelan tersebut terakhir kali dikeluarkan pada masa pemerintahan Pakubuwono IX.
"Untuk pertama kalinya sejak era SISKS PB IX, perangkat gamelan sakral Kyai Arum dan Udan Asih kembali dikeluarkan dari Bangsal Pradangga," demikian disampaikan dalam dokumentasi prosesi.
Acara ini juga dihadiri tamu agung lintas Nusantara, termasuk PYM La Ode Riago, SH, Raja Muna dari Sulawesi Tenggara. Kehadiran para raja adat disebut sebagai bentuk persaudaraan lintas arkipelago.
Gelar SISKS PB XIV Hangabehi disebut sudah genap dan sah menurut hukum negara, aturan agama, maupun kaidah adat. "Upacara adat yang berlangsung Sabtu 5 September, menjadi pertanda gelar SISKS PB XIV sudah genap dan sah," kata KPP Haryo Sinawung.
Profil Hangabehi: Putra Sulung PB XIII Pemegang Amanah Adat
Sosok Hangabehi bukan nama baru di lingkungan keraton. Ia lahir 5 Februari 1985 dengan nama kecil Gusti Raden Mas Soerjo Soeharto. Ketika ayahnya dinobatkan sebagai PB XIII pada 2004, gelarnya berubah menjadi GRM. Seiring kedewasaan, namanya berganti menjadi Gusti Pangeran Harya Mangkubumi pada 2009, lalu naik menjadi Kangjeng Gusti Pangeran Harya sejak 2012.Pada 22 Desember 2022, LDA menyematkan gelar Hangabehi. Nama itu sengaja dipilih karena secara tradisi identik dengan putra tertua raja, seperti yang pernah disandang PB XI dan PB XIII sebelum bertakhta.
Hangabehi merupakan putra sulung PB XIII dari pernikahan kedua dengan Winari Sri Haryani atau KRAy Winari. Keduanya telah berpisah sebelum PB XIII naik takhta. Ia memiliki dua adik perempuan, almarhumah GRAy Sugih Oceania dan GRAy Putri Purnaningrum.
Dari pernikahan ketiga PB XIII dengan KRAy Adipati Pradapaningsih atau GKR Pakubuwono, lahir Gusti Purboyo. Purboyo merupakan adik beda ibu Hangabehi. Total PB XIII memiliki 7 anak dari tiga pernikahan: 2 putra dan 5 putri.
Dualisme muncul setelah PB XIII wafat. Pada Rabu 5 November 2025, sebagian kerabat menetapkan Purboyo sebagai PB XIV. Sementara LDA tetap pada pendiriannya menunjuk Hangabehi sebagai putra mahkota karena merupakan anak laki-laki tertua. Penobatan Purboyo juga digelar pada 15 November 2025.
Di luar urusan adat, Hangabehi dikenal tenang, religius, dan taat paugeran. Ia pernah menempuh pendidikan di SD Pamardisiwi 1995, SMP Kasatriyan 1998, dan SMA Warga 2001. Sempat pula berkuliah di STIE AUB dan Universitas Slamet Riyadi.
Dalam kehidupan berkeluarga, ia menikah dengan Ray Siti Zainab dan dikaruniai dua anak: BRAj. Arumi Larasati Kusumaningrum dan BRM. Suryo Muhammad Ibrahim.
Tugas kesehariannya di keraton adalah sebagai Pengageng Kasentanan. Jabatan itu membuatnya bertanggung jawab mengelola Museum Keraton Solo sekaligus mengawal program revitalisasi keraton bersama Kementerian Kebudayaan. Ketertarikannya pada keris juga membuatnya diundang Pemerintah Belanda untuk menghadiri pameran keris pada September 2025.
Menurut pantauan PULNEW.COM, Jumenengan PB XIV Hangabehi menjadi titik balik penting bagi Keraton Surakarta.
Pertama, setelah 10 bulan berada dalam dua kepemimpinan, prosesi 5 September 2026 setidaknya memberi kepastian hukum adat. Ini menghentikan perpecahan yang membuat wibawa keraton menurun di mata publik.
Kedua, tantangan ke depan bukan lagi soal legitimasi, melainkan rekonsiliasi. PB XIV harus mampu menyatukan kembali kerabat yang sempat berbeda haluan dan menghidupkan kembali fungsi keraton sebagai pusat budaya, pendidikan, dan pariwisata.
Ketiga, dengan latar belakangnya sebagai pengelola museum dan pengageng kasentanan, Hangabehi punya modal kuat. Ia diharapkan mampu meneruskan revitalisasi fisik keraton, digitalisasi arsip, serta menjaga marwah Keraton Solo di tengah arus modernisasi.
Persatuan internal dan dukungan penuh pemerintah pusat dan Pemkot Solo akan menjadi kunci agar takhta tidak kembali terbelah dan Keraton Kasunanan kembali berjaya.