PULNEW.COM - ATHENA - Tragedi menimpa Angkatan Udara Yunani saat pertunjukan udara tahunan "Athens Flying Week". Sebuah jet tempur F-4 Phantom jatuh di Pangkalan Udara Tanagra, sekitar 60 km utara Athena, pada Sabtu 5 September 2026. Insiden itu menewaskan dua pilot yang berada di dalam pesawat.
Kecelakaan terjadi di hadapan ribuan penonton yang memadati area pangkalan. Rekaman dari stasiun televisi publik ERT menunjukkan pesawat tempur bersejarah itu menukik tajam beberapa meter di atas tanah sebelum meledak menjadi bola api besar.
"Sayangnya kedua pilot meninggal," kata salah satu pejabat Angkatan Udara Yunani kepada Reuters.
Kronologi: Meledak 3 Menit Setelah Lepas Landas, Api ke Hutan
Berdasarkan laporan ERT, F-4 Phantom bangkai ganda itu baru mengudara sekitar tiga menit sebelum nahas. Pesawat melakukan belokan ke kanan pada ketinggian rendah, beberapa meter di atas permukaan tanah, lalu tiba-tiba menghantam tanah di luar area utama bandara."Pesawat itu baru saja lepas landas kemudian tiba-tiba menukik drastis dan jatuh," kata jurnalis ERT yang berada di lokasi.
Ledakan besar terjadi sesaat setelah benturan. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke hutan di sekitar titik jatuhnya pesawat. Kolom asap hitam setinggi ratusan meter terlihat dari area penonton dan membuat panik warga.
Video lain yang beredar menunjukkan tidak ada tanda-tanda kedua penerbang melontarkan diri. "Tidak ada parasut," tulis akun pengamat penerbangan di media sosial. Diduga kecelakaan terjadi terlalu cepat dan terlalu rendah untuk eject.
Upaya pemadaman langsung dikerahkan. Sebanyak 11 pesawat pemadam dan helikopter diterjunkan untuk menjinakkan api. Di darat, 85 petugas pemadam kebakaran bersama 29 unit mobil pemadam dikerahkan. Tim EMODE dan EMAK juga dikerahkan untuk mencegah kebakaran merembet ke pemukiman.
Pada pukul 15.34 waktu setempat, sistem peringatan darurat 112 dikirim ke warga di sekitar area terdampak agar menjauhi lokasi.
Tim SAR akhirnya menemukan jasad kedua pilot di dalam puing-puing pesawat di area yang sudah diamankan. Hingga kini penyebab pasti jatuhnya pesawat belum diketahui dan masih dalam investigasi Dewan Keselamatan Penerbangan Yunani.
Angkatan Udara Yunani menegaskan F-4 yang jatuh adalah F-4E AUP, varian yang dimodernisasi pada 1990-an. Pesawat itu ditugaskan di Skuadron 338 "Ares" dari Sayap Tempur 117. Hingga Desember 2025, Yunani masih mengoperasikan 17 unit F-4. Setelah insiden ini jumlahnya tersisa 16 unit.
Airshow Dibatalkan, Yunani Berkabung 3 Hari
Acara "Athens Flying Week" yang menjadi tuan rumah pertunjukan langsung dihentikan. Panitia membatalkan seluruh rangkaian acara akhir pekan itu dan memerintahkan evakuasi area demi keamanan.Menteri Pertahanan Yunani Nikos Dendias segera membatalkan agenda di Pameran Internasional Thessaloniki untuk bertolak ke Tanagra. Melalui akun X, Dendias menyampaikan duka cita mendalam. "Pikiran kami di Kementerian Pertahanan bersama keluarga dan rekan-rekan mereka," tulisnya.
Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah Yunani menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari, mulai Sabtu 5 September 2026 hingga Senin 7 September 2026 untuk seluruh Angkatan Bersenjata.
Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis juga angkat bicara. "Rasa duka meluas, dan pikiran kami bersama keluarga kedua pilot yang kami kehilangan," ujar Mitsotakis. Ia menyebut insiden ini sebagai pengingat bahaya yang dihadapi setiap hari oleh para penerbang Yunani yang siaga menjaga langit negara.
Duka juga datang dari luar negeri. Menteri Pertahanan Siprus Vasilis Palmas menghubungi Dendias dan menyampaikan belasungkawa. "Dengan kesedihan mendalam saya mengetahui kematian dua perwira Angkatan Udara Hellenic," kata Palmas.
Insiden ini terjadi di tengah proses modernisasi alutsista Yunani. F-4 Phantom telah digunakan sejak 1970-an dan 39 unit pernah dimodernisasi pada 1998 agar bisa membawa rudal modern. Ke depan, Yunani berencana mempensiunkan armada F-4 seiring kedatangan 40 unit jet tempur F-35 generasi kelima.
Tidak ada laporan korban di kalangan penonton atau warga sekitar. Pejabat mengonfirmasi lokasi jatuhnya pesawat sekitar 2 kilometer dari bandara, jauh dari area utama penonton.
Menurut pantauan PULNEW.COM, kecelakaan F-4 di Athens Flying Week 2026 kembali menyorot dilema penggunaan alutsista tua untuk pertunjukan publik.
Pertama, dengan usia operasional lebih dari 50 tahun dan hanya tersisa 16 unit, setiap penerbangan F-4 Phantom kini membawa risiko tinggi. Meski menjadi ikon dan daya tarik utama airshow, faktor kelelahan material tidak bisa diabaikan.
Kedua, pemerintah Yunani harus mengevaluasi ulang protokol keselamatan saat menerbangkan pesawat sepuh di depan massa. Standar untuk demo udara harus berbeda dengan operasi tempur.
Ketiga, respons cepat tim darurat, pembatalan acara, dan masa berkabung menunjukkan profesionalisme militer Yunani. Namun bagi keluarga dua pilot yang gugur dari Skuadron 338, ini adalah pengingat pahit bahwa menjaga kedaulatan udara tetap menuntut pengorbanan nyata setiap hari.