Pemko Medan Sabet detikSumatera Awards 2026 Berkat Inovasi Digitalisasi Pajak QRESTO

2026-08-29T18:28:00+07:00 | EKONOMI

Pemko Medan Sabet detikSumatera Awards 2026 Berkat Inovasi Digitalisasi Pajak QRESTO

PULNEW.COM - JAKARTA - Upaya Pemerintah Kota Medan dalam merombak total sistem penerimaan pajak daerah menuai pengakuan nasional. Pemko Medan dinobatkan sebagai penerima Anugerah Program Ekonomi Terpuji detikSumatera Awards 2026 untuk kategori Pelopor Digitalisasi dan Transparansi Pajak Daerah.

Penghargaan bergengsi ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap terobosan Pemko Medan yang dinilai berhasil memotong rantai birokrasi, meminimalisir kebocoran, dan meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak melalui pemanfaatan teknologi. Penyerahan trofi dilakukan di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta pada hari Jumat, 28 Agustus 2026.

Regional Manager detikcom Triono Wahyu Sudibyo secara langsung menyerahkan penghargaan tersebut kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Turut hadir mendampingi Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap. Kehadiran dua pimpinan daerah ini disebut menjadi simbol kuatnya komitmen Pemko Medan dalam mendorong tata kelola keuangan yang modern.

Bagi Pemko Medan, anugerah ini bukan sekadar plakat. Ini adalah validasi atas kerja panjang selama beberapa tahun terakhir untuk mengubah wajah administrasi pajak dari manual menjadi serba digital. Fokus utama transformasi itu tertuang dalam sebuah sistem bernama Quick Response Electronic Splitting System For Tax Optimization atau QRESTO.

QRESTO: Jawaban Pemko Medan Atasi Kebocoran dan Sulitnya Bayar Pajak

Selama ini, salah satu persoalan klasik dalam pengelolaan pajak daerah adalah lambatnya proses setoran dan potensi kebocoran di tengah jalan. Menjawab itu, Pemko Medan meluncurkan QRESTO. Sistem ini mengintegrasikan seluruh kanal pembayaran pajak daerah ke dalam satu ekosistem digital yang terhubung langsung.

Keunggulan utama QRESTO terletak pada mekanisme pemisahan dana pajak secara otomatis dan real-time. Begitu wajib pajak melakukan pembayaran PBB, BPHTB, pajak hotel, restoran, atau parkir melalui aplikasi atau kanal yang ditunjuk, dana langsung terpilah sesuai peruntukannya dan masuk ke kas daerah tanpa jeda. Dengan skema ini, Pemko Medan menargetkan hilangnya celah keterlambatan dan penyalahgunaan.

"Melalui sistem pembayaran yang terintegrasi secara digital, Pemko Medan berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban perpajakan sekaligus menutup celah kebocoran penerimaan daerah," demikian disampaikan dalam rilis resmi Pemko Medan usai acara.

Dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Wajib pajak di Kota Medan kini tidak perlu lagi antre panjang di loket Bapenda. Cukup dengan scan QR dan beberapa klik dari HP, kewajiban perpajakan bisa diselesaikan dari rumah. Sistem ini juga otomatis mengirimkan bukti setor ke email dan WhatsApp, sehingga memberikan kepastian hukum bagi pembayar pajak.

Transparansi menjadi kata kunci lain. Dengan dashboard yang bisa dipantau pimpinan, Pemko Medan mengklaim setiap rupiah penerimaan pajak kini bisa dilacak alurnya. Langkah ini sejalan dengan tuntutan publik akan pemerintahan yang terbuka. Integrasi data juga memudahkan Bapenda Medan dalam melakukan analisis dan proyeksi penerimaan untuk APBD tahun berikutnya.

Inovasi ini lahir di masa kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap. Keduanya menjadikan digitalisasi sebagai salah satu pilar utama dalam visi pembangunan Kota Medan. Digitalisasi pajak diposisikan bukan sebagai proyek seremonial, melainkan fondasi untuk keuangan daerah yang sehat.

Apresiasi Nasional dan Komitmen Pemko Medan ke Depan

detikSumatera Awards 2026 sendiri merupakan ajang tahunan untuk mengapresiasi kepala daerah, BUMD, dan lembaga yang memiliki program berdampak nyata bagi perekonomian di Sumatera. Kategori Pelopor Digitalisasi dan Transparansi Pajak Daerah menjadi salah satu kategori paling kompetitif tahun ini.

Usai menerima penghargaan, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. Ia menyebut trofi ini adalah milik bersama seluruh ASN Pemko Medan dan juga masyarakat Kota Medan.

"Penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi kami untuk terus berinovasi. Digitalisasi pajak bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah nyata dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel," kata Rico Waas.

Menurut Rico, adaptasi masyarakat Medan terhadap sistem digital menjadi kunci keberhasilan implementasi QRESTO. Tanpa dukungan wajib pajak yang mau beralih dari cara konvensional, sistem secanggih apapun tidak akan berjalan optimal. Untuk itu, Pemko Medan akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi ke kecamatan dan kelurahan.

Ke depan, Pemko Medan menargetkan seluruh jenis pajak dan retribusi daerah masuk ke dalam sistem QRESTO. Pengembangan juga akan dilakukan dengan menambahkan fitur pengaduan, notifikasi jatuh tempo, hingga integrasi dengan data kependudukan. Tujuannya satu: membuat membayar pajak menjadi semudah belanja online.

Capaian ini sekaligus menempatkan Kota Medan sejajar dengan kota-kota besar lain yang lebih dulu menerapkan smart city di sektor pendapatan. Dengan sistem yang terintegrasi, Pemko Medan berharap target PAD 2026 dan tahun-tahun berikutnya dapat terlampaui, sehingga anggaran untuk infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan bisa ditingkatkan.

Penghargaan dari detikcom ini juga menjadi sinyal bagi investor bahwa iklim investasi di Medan semakin kondusif. Kepastian dan kemudahan dalam urusan pajak adalah salah satu indikator utama yang dilihat pelaku usaha sebelum menanamkan modalnya di sebuah daerah.

Menurut pantauan PULNEW.COM, langkah Pemko Medan melalui QRESTO adalah contoh konkret bagaimana teknologi bisa menjadi alat pemberantasan korupsi paling efektif di level daerah.

Pertama, ketika sistem memotong interaksi langsung antara wajib pajak dan petugas, maka ruang untuk "pungli" dan manipulasi data otomatis tertutup. Ini adalah kunci transparansi.

Kedua, kemudahan pembayaran via QR akan meningkatkan kepatuhan masyarakat. Jika bayar pajak semudah transfer, maka PAD Medan berpotensi naik signifikan.

Ketiga, jika konsistensi dijaga, digitalisasi pajak Medan berpotensi menjadi role model nasional dalam mewujudkan good governance yang benar-benar terukur. Kota lain di Indonesia bisa meniru skema QRESTO ini.