Rico Waas Terima Piala Juara Umum MTQ Sumut Ke-40, 16 Qari Kota Medan Maju ke Nasional

2026-09-10T07:08:00+07:00 | NASIONAL

Rico Waas Terima Piala Juara Umum MTQ Sumut Ke-40, 16 Qari Kota Medan Maju ke Nasional

PULNEW.COM - MEDAN - Kota Medan kembali membuktikan dominasinya. Kafilah ibu kota Provinsi Sumatera Utara sukses mempertahankan gelar Juara Umum pada Musabaqah Tilawatil Qur'an ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026.

Piala bergilir resmi diserahkan kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu 9 September 2026. Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an atau LPTQ Kota Medan, Damri Tambunan.

Momen itu menjadi ajang apresiasi Pemko Medan kepada 55 peserta yang telah mengharumkan nama daerah. Suasana penuh khidmat dan rasa syukur menyelimuti acara tersebut.

Dalam sambutannya, Rico Waas menegaskan kemenangan ini bukan untuk dirayakan secara berlebihan. Ia justru mengingatkan seluruh qari dan qariah agar menjadikan gelar juara umum sebagai pemicu untuk berbuat lebih baik lagi.

"Juara umum ini bukanlah hal yang untuk kita sombongkan, bukanlah hal yang untuk kita besar-besarkan. Juara umum ini harusnya menjadi pengingat kita kalau kita harus bekerja atau berbuat yang jauh lebih baik lagi,” ujar Rico di hadapan para kafilah.

Menurut Rico, predikat juara membawa amanah besar. Keberhasilan melantunkan ayat suci dengan indah dan tartil harus diimbangi dengan akhlak dan sikap yang menjadi teladan di tengah masyarakat.

"Juara umum ini harusnya menjadi pengingat bahwa kita harus bekerja dan berbuat jauh lebih baik lagi. Menjadi juara berarti menjadi yang terbaik dalam membaca Al-Qur'an. Ini adalah pilihan Allah, dan amanah ini harus dijaga untuk memberi pencerahan serta menularkan kebaikan kepada generasi berikutnya," jelas Rico Waas.

Medan Borong 22 Juara 1, Bonus Rp145 Juta Cair Langsung

Keberhasilan Medan meraih juara umum tidak lepas dari kerja keras seluruh kontingen. Berdasarkan data LPTQ, Kota Medan menurunkan 55 peserta di berbagai cabang dan golongan pada MTQ ke-40 Sumut.

Hasilnya luar biasa. Sebanyak 22 peserta berhasil meraih Terbaik I, 7 orang Terbaik II, 2 orang Terbaik III, 16 orang juara harapan, dan 8 peserta lainnya tetap mendapat apresiasi.

Sebagai bentuk penghargaan, Rico Waas secara simbolis menyerahkan bonus total Rp145 juta kepada para kafilah. Rinciannya, Terbaik I menerima Rp4 juta, Terbaik II Rp3 juta, Terbaik III Rp2 juta, juara harapan Rp1,5 juta, dan peserta lainnya Rp1 juta.

"Alhamdulillah, Kafilah Kota Medan mendapat Juara Umum berturut-turut baik MTQ dan STQ sejak tahun 2014 sampai 2026. Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Medan Rico Waas yang terus memberikan perhatian kepada para ahli Al-Qur'an," ujar Damri Tambunan saat menyerahkan piala bergilir.

Dominasi Medan di ajang MTQ Sumut memang sudah berlangsung 12 tahun. Catatan LPTQ menunjukkan sejak 2014, baik di MTQ maupun STQ, Medan selalu keluar sebagai juara umum.

Konsistensi ini disebut Damri sebagai buah dari pembinaan berkelanjutan di tingkat kecamatan dan kelurahan, ditambah dukungan anggaran dari Pemko Medan. Pelatihan rutin, pembinaan qari cilik, dan seleksi berjenjang disebut menjadi kunci utama.

Selain bonus, perhatian khusus juga diberikan kepada peserta yang tampil menonjol. Rico Waas secara khusus mengapresiasi keindahan lantunan Al-Qur'an dari salah satu peserta bernama Intan Afiah. Ia berharap suara emas para qari dan qariah tidak berhenti di arena lomba, tetapi mampu menyentuh hati masyarakat luas.

16 Qari Medan Wakili Sumut ke MTQ Nasional Semarang

Fokus berikutnya kini tertuju pada MTQ Tingkat Nasional. Sebanyak 16 peserta asal Kota Medan dari 22 peraih Terbaik I terpilih untuk memperkuat Kafilah Provinsi Sumatera Utara pada MTQ Nasional yang akan digelar di Semarang, Jawa Tengah.

Rico Waas berharap para duta Sumut asal Medan mampu kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Namun baginya, menang atau kalah bukan tujuan utama.

"Untuk peserta asal kota Medan yang akan mengikuti MTQ tingkat Nasional mewakili Provinsi Sumatera Utara, kami berharap dapat menghasilkan prestasi yang terbaik, namun yang terpenting bukan menang atau kalahnya. Tetapi lantunan ayat suci Al-Qur'an yang senantiasa dibacakan dan tidak terhenti di dunia ini," tegas Rico.

Pesan moral juga disampaikan orang nomor satu di Medan itu kepada generasi muda penghafal Al-Qur'an. Rico mendorong para kafilah untuk tidak membatasi cita-cita. Ia ingin ke depan para penghafal Qur'an juga tampil di bidang pemerintahan, legislatif, bahkan menjadi pemimpin daerah.

"Jangan pernah menutup mimpi, Adik-adik sekalian. Allah yang Maha Menentukan dan akan memberikan jalan bagi orang-orang yang memiliki niat baik. Kami sangat berharap, suatu saat nanti, orang-orang yang menggantikan saya dan memimpin kota ini adalah para penghafal Al-Qur'an seperti kalian," pungkas Rico Waas.

Penyerahan bonus dan piala ditutup dengan sesi foto bersama. Rico Waas didampingi Damri Tambunan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan kafilah yang berhasil meraih juara.

Menurut pantauan PULNEW.COM, kemenangan beruntun Kota Medan sejak 2014 bukan kebetulan. Ini adalah hasil dari model pembinaan berbasis komunitas yang konsisten dan dukungan politik dari kepala daerah.

Bonus Rp145 juta yang diberikan langsung adalah bentuk nyata bahwa investasi pada SDM Qur'ani dianggap strategis. Ini bukan sekadar hadiah, tapi motivasi agar generasi muda mau mendalami Al-Qur'an.

Ke depan, tantangan terbesar Medan bukan hanya mempertahankan piala. Tantangannya adalah memastikan para juara ini benar-benar menjadi agen perubahan moral di masyarakat. Jangan sampai prestasi di atas panggung tidak selaras dengan perilaku di tengah umat.

Jika 16 qari yang akan bertarung di Semarang mampu bicara banyak, maka Medan tidak hanya mencetak juara lomba. Lebih dari itu, Medan sedang mencetak pemimpin masa depan yang berakhlak Qur'ani dan siap membangun daerah dengan nilai-nilai Al-Qur'an.